Peran Masyarakat dalam Mempertahankan Budaya Mencangkok Tanaman Di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat

Authors

  • Muhamad Arju Gupron Program Studi Tadris IPA Biologi, Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Mataram, Jln. Gajah Mada No. 100, Jempong Baru, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Author
  • Nasria Ningsih Program Studi Tadris IPA Biologi, Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Mataram, Jln. Gajah Mada No. 100, Jempong Baru, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Author
  • Lalu Wahyu Nanda Farisky Program Studi Tadris IPA Biologi, Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Mataram, Jln. Gajah Mada No. 100, Jempong Baru, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Author
  • Muktar Program Studi Tadris IPA Biologi, Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Mataram, Jln. Gajah Mada No. 100, Jempong Baru, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat Author
  • Andri Azmul Fauzi Program Studi Matematika, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur Author
  • Melinda Pahriana Sulastri Program Studi Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Islam Al-Azhar, Mataram, Nusa Tenggara Barat Author

DOI:

https://doi.org/10.71024/aksi.2024.v1i1.32

Keywords:

Grafting, Plants, Society

Abstract

Grafting is a vegetative propagation technique that has long been used by people to maintain and develop superior quality plants. This technique has great benefits, especially in ensuring genetic uniformity and quality of the fruit produced. The method used in this research is a qualitative approach with participatory techniques. In community service activities in Banyumulek Village, we teach grafting techniques to local residents in the hope that they can practice them to reproduce fruit plants with high economic value. This activity is carried out through a participatory approach, where the community is invited directly to try grafting plants using simple but effective materials and tools. Some of the materials used in this process include a knife or cutter to peel the bark of the plant stem, planting medium in the form of fertile soil and compost, and plastic or coconut fiber which functions to wrap the planting medium and maintain moisture.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arifin, D., & Dewi, I. (2020). Implementasi Mencangkok dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa. Jurnal Ekonomi Desa, 5(3), 56-67.

Arifin, T., & Dewi, R. (2020). Pengaruh pelatihan mencangkok terhadap produktivitas tanaman buah di desa terpencil. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(2), 112-119.

Fatimah, L., & Wahyudi, R. (2017). Pengaruh Pelatihan Mencangkok terhadap Ketahanan Pangan Lokal. Jurnal Pangan Nusantara, 6(2), 121-129.

Fatimah, S., & Wahyudi, R. (2017). Pelatihan mencangkok pada masyarakat desa untuk mendukung ketahanan pangan lokal. Jurnal Teknologi Pertanian Terapan, 19(4), 176-184.

Hasanah, I., & Ramadhani, S. (2019). Antusiasme Masyarakat dalam Pelatihan Teknik Mencangkok. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 89-101.

Hasanah, U., & Ramadhani, R. (2019). Implementasi pelatihan mencangkok untuk peningkatan keterampilan masyarakat di desa terpencil. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 6(2), 150-158.

Lestari, D. P., Hadi, A. P., & Rahman, F. A. (2020). Pengaruh Pelatihan Hortikultura terhadap Pendapatan Petani. Jurnal Abdi Insani, 7(2), 104-112.

Nugroho, A., & Mulyadi, T. (2021). Pendampingan teknik mencangkok sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 14(3), 112-119.

Nugroho, M., & Mulyadi, H. (2021). Meningkatkan Produktivitas Tanaman melalui Mencangkok. Jurnal Agribisnis, 8(1), 31-44.

Prameswari, Z, K., Sri T, dan Sriyanto W. 2014. Pengaruh Macam Media dan Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Keberhasilan Cangkok Sawo (Manilkara zapota (L.) van Royen) pada Musim Penghujan. Vegetalika. 3(4): 107-118.

Prameswari, Z, K., Sri T, dan Sriyanto W. 2014. Pengaruh Macam Media dan Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Keberhasilan Cangkok Sawo (Manilkara zapota (L.) van Royen) pada Musim Penghujan. Vegetalika. 3(4): 107-118.

Pratama, A., & Suryani, L. (2023). Pemanfaatan teknik mencangkok dalam perbanyakan tanaman produktif di daerah pedesaan. Jurnal Inovasi Pertanian Berkelanjutan, 17(1), 132-141.

Pratama, R., & Suryani, T. (2023). Kemandirian Pertanian melalui Teknik Mencangkok. Jurnal Teknologi Pertanian, 9(4), 221-233.

Putri, M., & Hardiyanti, L. (2020). Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan akar pada cangkok tanaman mangga. Jurnal Hortikultura Indonesia, 18(1), 77-85.

Putri, N. S., & Hardiyanti, R. (2020). Teknik Pemilihan Cabang dalam Mencangkok. Jurnal Agroekoteknologi, 3(3), 145-153.

Rahayu, F., Sari, A., & Santosa, D. (2018). Pengaruh media pembungkus cangkok terhadap keberhasilan teknik mencangkok pada tanaman jeruk. Jurnal Ilmu Tanaman Tropika, 14(3), 90-97.

Rahayu, T., et al. (2018). Penggunaan Kompos pada Media Mencangkok. Jurnal Tanah dan Media Tanam, 2(2), 67-74.

Rahman, F. A., Kusuma, W., & Wijaya, H. (2021). Dampak Ekonomi dari Mencangkok. Jurnal Sosial Ekonomi, 10(2), 91-98.

Rahman, F. A., Qayim, I., & Wardiatno, Y. (2021). Pengaruh pelatihan mencangkok terhadap produktivitas tanaman di Lombok Barat. Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 19(3), 255-267.

Santoso, A., & Yulianto, D. (2022). Pelestarian Tanaman Lokal melalui Teknik Mencangkok. Jurnal Biologi Konservasi, 5(1), 33-41.

Santoso, D., & Yulianto, A. (2022). Analisis peningkatan produktivitas tanaman mangga melalui teknik mencangkok di Jawa Timur. Jurnal Hortikultura Nasional, 29(2), 188-194.

Saputra, G., & Nugraha, A. (2019). Teknik mencangkok dan perawatannya dalam pembudidayaan tanaman buah tropis. Jurnal Agroindustri, 17(3), 98-106.

Saputra, H., & Nugraha, F. (2019). Budaya Pertanian Masyarakat Desa dalam Mencangkok. Jurnal Budaya Tani, 7(1), 22-29.

Sari, N., Purwati, A., & Nurhayati, D. (2018). Pelatihan mencangkok sebagai metode perbanyakan tanaman berkualitas. Jurnal Agrikultur Indonesia, 16(2), 124-132.

Suryanaji. 2021. Perbanyakan Vegetatif Tusam (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese) Dengan Teknik Cangkok. Jurnal Kehutanan. Vol. 16 No. 2.

Susanto, E., & Wijayanto, R. (2021). Praktik Mencangkok dan Manfaatnya bagi Pertanian. Jurnal Ilmu Pertanian, 11(3), 114-123.

Susanto, H., & Wijayanto, D. (2021). Pemanfaatan teknik mencangkok dalam perbanyakan tanaman hortikultura di lahan kering. Jurnal Pertanian Indonesia, 19(4), 132-141.

Utomo, B., & Prasetyo, A. (2019). Teknik Dasar Mencangkok Tanaman. Jurnal Pertanian Terapan, 6(1), 78-88.

Utomo, B., & Prasetyo, D. (2019). Teknik mencangkok sebagai metode perbanyakan tanaman buah unggul. Jurnal Pertanian Terapan, 12(2), 145-152.

Widyaningsih, A., & Gunawan, B. (2019). Mencangkok sebagai Teknik Pelestarian. Jurnal Kehutanan dan Lingkungan, 3(3), 51-60.

Widyaningsih, E., & Gunawan, H. (2019). Teknik mencangkok dan perbanyakan vegetatif lainnya sebagai strategi pelestarian tanaman lokal. Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam, 22(3), 89-97.

Yuliani, A., Saputro, E., & Wijaya, S. (2022). Penggunaan serat alami untuk pengikatan cangkok pada tanaman buah-buahan. Jurnal Pertanian Lestari, 10(2), 55-64.

Yuliani, E. (2022). Dampak Ekonomi dari Pelatihan Mencangkok. Jurnal Sosial Pedesaan, 8(4), 111-125.

Downloads

Published

2023-10-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

Muhamad Arju Gupron, Nasria Ningsih, Lalu Wahyu Nanda Farisky, Muktar, Andri Azmul Fauzi, & Melinda Pahriana Sulastri. (2023). Peran Masyarakat dalam Mempertahankan Budaya Mencangkok Tanaman Di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Aksi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 27-36. https://doi.org/10.71024/aksi.2024.v1i1.32

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>