Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Pangan Singkong Menjadi Tape Di Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah

Authors

  • Putri Oktaviana Universitas Islam Negeri Mataram Author
  • Endra Lesmana Universitas Islam Negeri Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.71024/aksi.2024.v1i2.16

Keywords:

Singkong, tape, fermentasi, pengabdian masyarakat, agroindustri

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan singkong menjadi tape sebagai produk pangan fermentasi yang bernilai ekonomi dan gizi. Singkong merupakan salah satu komoditas pertanian yang melimpah di Indonesia dan berpotensi dikembangkan melalui proses agroindustri untuk meningkatkan nilai tambah produk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif Participatory Action Research (PAR), yaitu melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari tahap identifikasi masalah, perencanaan, hingga pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan tape singkong bersama masyarakat. Tahapan proses pembuatan tape meliputi pemilihan bahan baku singkong berkualitas, pengupasan dan pencucian, perebusan, pendinginan, pemberian ragi, serta proses fermentasi selama beberapa hari dalam kondisi semi anaerob. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai teknik pengolahan singkong yang higienis dan proses fermentasi yang tepat untuk menghasilkan tape yang berkualitas. Selain itu, pengolahan singkong menjadi tape dapat meningkatkan kandungan nutrisi, seperti protein dan vitamin, serta memberikan peluang usaha rumah tangga dengan modal relatif kecil. Diversifikasi produk turunan tape, seperti keripik tape, dodol tape, dan minuman probiotik, juga berpotensi memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan singkong secara optimal, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, serta mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis agroindustri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bakri., Prasetiya, B., & Muhammad, D. H. (2022). Strategi pengembangan pembelajaran karakter di Madrasah Diniyah Assilfiah Sepuhgembol (Studi kasus di Madrasah Diniyah Assilfiah Sepuhgembol). Jurnal, 4(2), 198–208.

Barus, T., Kristani, A., & Yulandi. (2013). Diversity of amylase-producing Bacillus spp. from “tape” (fermented cassava). Jurnal, 20(2), 94–98.

Basri, S., Jusuf, H., et al. (2023). Inovasi pengolahan pangan lokal berbahan umbi dan limbah kulit singkong. Jurnal, 6(9), 12.

Berlian, Z., Aini, F., & Ulandari. (2016). Uji kadar alkohol pada tapai ketan putih dan singkong melalui fermentasi dengan dosis ragi yang berbeda. Jurnal, 2(1), 106–111.

Desrosier, N. W. (1987). Teknologi pengawetan pangan. UI Press.

Dirayati., Gani, A., et al. (2017). Pengaruh jenis singkong dan ragi terhadap kadar etanol tape singkong. Jurnal IPA dan Pembelajaran IPA (JIPI), 1(1), 26–33.

Fahmi, N., & Nurrahman. (2011). Kadar glukosa, alkohol dan citarasa tape onggok berdasarkan lama fermentasi. Jurnal, 2(3), 24.

Hendrik, P., Pratama, R. D., & Hariyono. (2023). Program pelatihan dan pendampingan industri rumah tangga tape singkong di Desa Musir Kidur. Jurnal, 7(3), 1114.

Hidayah, N., & Basirun. (2021). Pengaruh jenis kemasan terhadap sifat organoleptik tape singkong. Nutriology Jurnal: Pangan, Gizi, Kesehatan, 2(1), 101–105.

Hidayat., Padaga, M. C., & Suhartini, S. (2006). Mikrobiologi industri. Andi.

Marjoko, A., & Wikanastri. (2011). Daya terima dan kadar alkohol pada tape kulit singkong berdasarkan variasi jumlah ragi. Jurnal, 2(4), 47.

Marminah. (2012). Perbedaan kadar protein tapai singkong (Manihot utilissima) biasa dengan yang diberi penambahan sari buah nanas (Ananas comosus) (Skripsi).

Moelyaningrum, D. A. (2012). Hazard analysis critical control point (HACCP) pada produk tape singkong untuk meningkatkan keamanan pangan tradisional Indonesia. Journal of Health Science, 3(1), 48–49.

Nurhayati, A. (2019). Analisis kelayakan usaha agroindustri tape singkong di Desa Candibinangun Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan. Jurnal, 2(2), 76.

Oktaviana, A. Y., Suherman, D., & Sulistyowati, E. (2015). Pengaruh ragi tape terhadap pH, bakteri asam laktat dan laktosa yogurt. Jurnal Sains Peternakan Indonesia, 10(1).

Rukmana. (1997). Ubi kayu: Budidaya dan pascapanen. Kanisius.

Sahratullah., et al. (2017). Pengaruh konsentrasi ragi dan lama fermentasi terhadap kadar air, glukosa dan organoleptik pada tape singkong. Jurnal, 17(1), 44.

Santosa, A., & Prakosa, C. (2010). Karakteristik tape buah sukun hasil fermentasi penggunaan konsentrasi ragi yang berbeda. Magistra, 22(73).

Sediaoetama, A. D. (1999). Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi di Indonesia (Jilid II). Dian Rakyat.

Susanto, A., & Radwirtya, E. (2017). Lama waktu fermentasi dan konsentrasi ragi pada pembuatan tepung tape singkong mengandung dekstrin serta aplikasinya pada pembuatan produk pangan. Jurnal, 8(1), 82.

Tefera, T., & Ameha, A. (2014). Cassava based foods: Microbial fermentation by single starter culture towards cyanide reduction, protein enhancement and palatability. Journal, 21(5), 1751–1756.

Wulandari. (2008). Uji kadar protein tape singkong (Manihot utilissima) dengan penambahan sari buah nanas (Ananas comosus) (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Yuhanna, W. L., Nurhikmawati, A. R., & Dewi, P. (2020). Pemberdayaan masyarakat Desa Wakah melalui pemanfaatan limbah kulit singkong. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 413–414.

Yusmarini., Fitriani, S., et al. (2020). Pemanfaatan Lactobacillus plantarum 1 RN2-53 dan pewarna alami berbahan nabati dalam pembuatan tapai prebiotik. Jurnal, 12(1), 9.

Downloads

Published

2024-10-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Oktaviana, P., & Lesmana, E. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Pangan Singkong Menjadi Tape Di Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah. Aksi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 82-91. https://doi.org/10.71024/aksi.2024.v1i2.16